Komunitas Yuk Menulis
Dari tahun 2006 hingga tahun 2026
Memuat kegiatan...

Komunitas Yuk Menulis (KYM) kembali menorehkan langkah dalam gerakan literasi melalui penyampaian buku hasil kolaborasi kepada Ketua Pengurus Daerah (PD) PGRI DIY, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd. Buku tersebut disampaikan langsung oleh Lukas S. dari Tim Komunitas Yuk Menulis sebagai bentuk apresiasi sekaligus pengikat silaturahmi dalam semangat membangun budaya literasi bersama. Bagi KYM, buku bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan jejak cerita, gagasan, dan pengalaman yang lahir dari keberanian untuk menulis. Kolaborasi dengan insan pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan KYM dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun untuk berkarya, berbagi, dan meninggalkan kebaikan melalui kata. Melalui langkah sederhana ini, KYM berharap semangat menulis terus tumbuh, karena setiap manusia memiliki cerita yang layak untuk dituliskan dan setiap tulisan dapat menjadi jejak yang suatu hari akan kembali dibaca.

Buku “Swara Dharma Bhumi Satria” telah disampaikan kepada Dian Mutiara Rahmawati, S.H., M.M., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, sebagai bagian dari ikhtiar Komunitas Yuk Menulis (KYM) dalam merawat semangat literasi melalui karya dan kolaborasi. Penyampaian buku ini menjadi sebuah langkah sederhana untuk memperkenalkan karya sekaligus mempererat silaturahmi dengan lembaga yang memiliki peran penting dalam menjaga, mengembangkan, dan mendekatkan budaya baca kepada masyarakat. Bagi KYM, setiap buku bukan sekadar kumpulan halaman, tetapi juga menyimpan suara, cerita, gagasan, dan jejak orang-orang yang memilih untuk menulis. Semoga “Swara Dharma Bhumi Satria” dapat menjadi salah satu bagian kecil dari perjalanan literasi di Kabupaten Bantul dan membawa manfaat bagi para pembacanya.

Komunitas Yuk Menulis (KYM) melalui timnya menyampaikan buku hasil kolaborasi kepada Drs. Suhirman, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyampaian buku ini menjadi bagian dari ikhtiar KYM dalam merawat silaturahmi sekaligus memperluas semangat literasi melalui karya bersama.
Bagi KYM, setiap buku bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi juga menjadi jejak kolaborasi, gagasan, dan cerita yang lahir dari semangat untuk berbagi. Kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa budaya literasi akan tumbuh ketika banyak pihak bersedia berjalan bersama, membuka ruang untuk menulis, dan menghadirkan karya yang dapat memberi manfaat bagi sesama.
Bantul, 8 September 2026 — Komunitas Yuk Menulis (KYM) menyerahkan buku hasil kolaborasi kepada Bupati Bantul sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat literasi melalui karya bersama.
Buku tersebut menjadi bukti keterlibatan berbagai pihak dalam gerakan menulis. Bagi KYM, setiap tulisan memiliki nilai dan cerita tersendiri. Buku tidak hanya menjadi kumpulan karya, tetapi juga menjadi dokumentasi perjalanan, gagasan, dan semangat kolaborasi para penulis.
Dalam program ini, nama seluruh peserta akan dicantumkan secara lengkap pada sampul belakang buku. Anak, guru, maupun wali murid yang turut menulis mendapatkan ruang untuk meninggalkan jejak dalam karya bersama tersebut.


Banda Aceh, 11 Agustus 2026 — Tim Komunitas Yuk Menulis (KYM) menyerahkan buku antologi kolaborasi karya Menteri Agama Republik Indonesia, guru, dan siswa madrasah kepada Menteri Agama RI. Prosesi penyerahan berlangsung dengan didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, sebagai simbol sinergi antara gerakan literasi dan pendidikan madrasah.
Buku antologi ini menghimpun karya Menteri Agama dalam satu buku yang sama dengan puisi dan tulisan guru serta siswa madrasah dari berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa literasi mampu menghadirkan ruang yang setara, di mana pemimpin, pendidik, dan peserta didik bersama-sama meninggalkan jejak melalui karya tulis.
Melalui momentum ini, KYM berharap budaya menulis terus tumbuh di lingkungan madrasah. Setiap karya yang lahir diharapkan menjadi warisan karakter, memperkuat kecintaan terhadap literasi, serta menginspirasi lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan gemar berkarya.
Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Komunitas Yuk Menulis (KYM) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kota Yogyakarta menggelar workshop menulis puisi bertema “Rukun dengan Teman”. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional yang mengajak guru dan siswa menumbuhkan nilai persahabatan, toleransi, dan karakter melalui karya sastra. Workshop menghadirkan Vitriya Mardiyati selaku Founder Komunitas Yuk Menulis sekaligus narasumber, didampingi Lukas S. dan Singgih sebagai narasumber inspiratif.
Melalui workshop tersebut, para peserta akan menghasilkan buku antologi puisi kolaborasi bersama Menteri Pendidikan, yang menghimpun karya guru dan siswa dalam satu buku nasional. KYM berharap kegiatan ini tidak hanya melahirkan ribuan puisi, tetapi juga menumbuhkan budaya menulis di sekolah serta menjadi jejak literasi yang mempertemukan pendidik, peserta didik, dan tokoh nasional dalam satu karya yang bermakna.


Workshop menulis hasil kolaborasi PGRI Bantul dan Komunitas Yuk Menulis (KYM) sukses digelar di Aula Pemda Bantul, Selasa (4/8/2026), dengan diikuti sekitar 200 peserta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul dan dipandu oleh Penanggung Jawab kegiatan, Sutanto. Workshop menghadirkan dua kelas penulisan, yakni penulisan true story bertema "Bahagia Menjadi Guru" yang dibawakan oleh Sutanto, serta workshop menulis puisi bertema "Rukun dengan Teman" yang dipandu oleh Vitriya Mardiyati, Founder Komunitas Yuk Menulis.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak menghasilkan karya yang akan diterbitkan dalam buku kolaborasi. Buku true story akan diterbitkan bersama Bupati Bantul sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pendidik, sedangkan antologi puisi akan diterbitkan berkolaborasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI sebagai bagian dari penguatan Gerakan Literasi Nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat menulis di kalangan guru dan siswa sekaligus memperkuat budaya literasi di Kabupaten Bantul.


Gunungkidul – Komunitas Yuk Menulis (KYM) terus memperluas sinergi untuk menyukseskan Festival Literasi Nasional 2026/2027. Pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 10.00 WIB, Tim KYM yang diwakili oleh Lukas S melaksanakan audiensi dan diskusi bersama Tri Choirudin, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut dibahas pelaksanaan program Kolaborasi Menulis Puisi Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang akan melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa Workshop Menulis Puisi akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 dan 20 Agustus 2026 sebagai bekal bagi guru koordinator sekolah dalam mendampingi proses penulisan karya di satuan pendidikan masing-masing.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di sekolah, sekaligus melahirkan karya-karya inspiratif yang akan menjadi bagian dari buku kolaborasi nasional. Dengan sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dan Komunitas Yuk Menulis, semangat literasi diharapkan semakin tumbuh dan menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya.

Selasa, 28 Juli 2026, Komunitas Yuk Menulis (KYM) melalui Lukas S dan Lina melaksanakan audiensi dengan Nur Wahyudi, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan ikhtiar untuk menyatukan langkah dalam menumbuhkan budaya literasi yang berakar kuat di lingkungan pendidikan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, dibahas rencana pelaksanaan Festival Literasi Nasional 2026/2027, yang menghadirkan program penulisan buku puisi kolaborasi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Gagasan ini diharapkan menjadi ruang bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk mengabadikan gagasan, harapan, serta nilai-nilai kehidupan melalui karya sastra yang akan dikenang sepanjang masa.
Audiensi ini menjadi penanda bahwa membangun literasi bukanlah pekerjaan satu pihak, melainkan perjalanan bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Sebab setiap puisi yang lahir bukan hanya rangkaian kata, melainkan benih-benih karakter yang ditanam di hati generasi muda. Dari selembar karya, tumbuh keberanian untuk berpikir; dari sebuah buku, lahir warisan yang akan terus berbicara kepada masa depan.
Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang menghadirkan semakin banyak ruang bagi guru dan peserta didik untuk berkarya, sehingga Kabupaten Kulon Progo terus dikenal sebagai daerah yang tidak hanya mencerdaskan melalui pendidikan, tetapi juga memuliakan peradaban melalui literasi.


Senin, 27 Juli 2026 | Pukul 14.00 WIB
Komunitas Yuk Menulis (KYM) yang diwakili Lukas S melaksanakan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama Sugeng, selaku Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).
Audiensi ini membahas rencana pelaksanaan Workshop Menulis Puisi dalam rangka Festival Literasi Nasional Tahun 2026/2027, yang akan mengangkat tema "Rukun dengan Teman" melalui kolaborasi penulisan puisi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, tim Komunitas Yuk Menulis memaparkan konsep kegiatan yang diharapkan dapat melibatkan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta peserta didik di Kabupaten Sleman untuk bersama-sama menghasilkan karya puisi yang tidak hanya indah secara bahasa, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai persaudaraan, toleransi, gotong royong, saling menghargai, dan hidup rukun dalam keberagaman.
Melalui workshop ini, peserta akan memperoleh pendampingan dalam proses menulis puisi hingga berkesempatan menerbitkan karya dalam sebuah buku kolaborasi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program ini diharapkan menjadi media yang efektif untuk menguatkan budaya literasi sekaligus pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kolaborasi, dan diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya sinergi yang semakin erat antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan Komunitas Yuk Menulis dalam menghadirkan berbagai program literasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Semoga kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi yang gemar membaca, berani menulis, serta mampu menebarkan nilai-nilai kerukunan melalui karya sastra.
"Ketika guru mengajarkan dengan keteladanan, siswa belajar melalui pengalaman, dan pemimpin hadir memberikan inspirasi, maka literasi akan tumbuh menjadi budaya yang menguatkan peradaban."
